“Di dalam dunia ada dua jalan: lebar dan sempit, mana kau pilih. Yang lebar, api jiwamu mati, tetapi yang sempit, jiwa berseri.” Itulah syair salah satu lagu Sekolah Minggu yang memperlihatkan bahwa dalam kehidupan ini kita memiliki pilihan. Setiap pilihan yang kita ambil memiliki konsekuensi atau akibat yang akan diterima. Ada pilihan yang mendatangkan keburukan, namun ada pula pilihan yang mendatangkan kebaikan.
Teks Alkitab kita hari ini juga menekankan pentingnya pilihan. Paulus menjelaskan dua jenis kehidupan manusia, yakni hidup dalam daging dan hidup dalam Roh. Istilah “daging” dan “Roh” ini menggambarkan dua hal yang saling bertentangan dan tidak dapat dijalani pada saat yang bersamaan. Paulus mengatakan, “Sebab mereka yang hidup menurut tabiat daging memikirkan hal-hal yang berasal dari keinginan daging; mereka yang hidup menurut Roh memikirkan hal-hal yang berasal dari Roh” (ayat 5). Ungkapan Paulus ini menegaskan bahwa keinginan daging adalah maut, sedangkan keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Keduanya memberikan konsekuensi yang sangat berbeda. Paulus juga memberikan peringatan bahwa mereka yang hidup dalam tabiat daging tidak mungkin berkenan kepada Allah (ayat 8).
Youth, dari bacaan dan pesan Paulus saat ini kita diajak untuk hidup di dalam Roh. Melalui hal ini, kita mengalami “hidup”, yaitu kita akan bertumbuh dalam iman, memiliki pengharapan ketika dihadapkan pada situasi sulit, dan tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan. Melalui hidup di dalam Roh inilah kita dapat berkenan kepada Allah.
- Apakah konsekuensi dari hidup dalam daging?
- Apakah tantangan yang dihadapi untuk hidup dalam Roh?
Pokok Doa: Kesetiaan untuk hidup di dalam Roh.
