“Belajarlah dari padi. Semakin berisi, semakin merunduk.” Filosofi ini memberikan pengajaran tentang sikap rendah hati. Semakin banyak pengalaman, pengetahuan, dan keahlian yang dimiliki, tidak seharusnya membuat seseorang menjadi tinggi hati. Orang yang sungguh berilmu menyadari bahwa masih banyak hal yang belum ia kuasai. Kesadaran akan keterbatasan diri membuatnya bersikap sopan, bijak, dan menghargai orang lain. Pepatah ini tepat dikaitkan dengan sikap Apolos dalam bacaan kita hari ini.
Apolos adalah seorang pengkhotbah dan pengajar yang dinamis di gereja mula-mula. Ia memainkan peran penting dalam penyebaran kekristenan, terutama di Korintus dan Efesus. Ketika mendengar pengajaran Apolos, Priskila dan Akwila menjelaskan kepadanya tentang keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Yesus. Apolos menerima pengajaran itu dengan rendah hati. Meskipun pada awalnya pemahamannya terbatas, ia mau menerima koreksi dari Priskila dan Akwila. Setelah Apolos memahami dengan lebih lengkap, ia pergi ke Korintus dan melanjutkan pekerjaan Paulus untuk mengajarkan bahwa Yesus adalah Mesias, sesuai dengan Kitab Suci. Allah memakainya dengan lebih hebat.
Youth, meskipun fasih dan berpengetahuan, Apolos tetap rendah hati serta bersedia menerima ajaran Priskila dan Akwila tentang Yesus. Kadang-kadang kita terjebak dalam sikap arogan karena merasa sudah mengetahui banyak hal. Kita sering menutup telinga dan hati terhadap masukan atau koreksi dari orang lain. Padahal, bisa jadi masukan yang kita terima justru memperlengkapi pemahaman yang telah kita miliki.
- Bagaimana respons Apolos saat mendapat masukan dari Priskila dan Akwila?
- Bagaimana cara agar tetap rendah hati saat menerima masukan?
Pokok Doa: Kerendahan hati untuk menerima masukan.
