Misionaris Hudson Taylor yang datang ke Tiongkok pada abad ke-19 menghadapi banyak tantangan, bahaya, hingga ancaman dari mereka yang menolak Injil. Dalam masa-masa kritis, ia menulis dalam jurnalnya bahwa kekuatannya tidak datang dari kondisi tubuh atau situasi yang aman, melainkan dari Tuhan yang ia percayai sepenuh hati. Bagi Taylor, Tuhan adalah perisai yang melindungi bukan hanya tubuhnya, tetapi juga imannya. Keyakinan ini membuatnya berani melayani. It is powered by God.
Daud menyebut TUHAN sebagai gunung batunya. Jika TUHAN tidak menjawab doanya, ia percaya jalan hidupnya akan sama seperti orang fasik, yaitu menuju kematian dan kebinasaan. Bagi Daud, TUHAN adalah sumber kekuatan dan perlindungannya. TUHAN memampukannya untuk tetap kuat menghadapi penindasan musuh-musuhnya. Perisai menggambarkan TUHAN sebagai pelindung yang sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya. Daud mengingat banyak pengalaman dan kesempatan ketika TUHAN menguatkan dan melindunginya. Setiap kemenangan membawa sukacita dan syukur.
Youth, saat Daud menyebut Tuhan sebagai gunung batu dan perisai, hal itu berarti ia menemukan rasa aman dan percaya diri bukan dari senjata, status, atau kekuatannya sendiri, melainkan dari Tuhan yang setia melindungi. Sama seperti yang dirasakan Daud, kehadiran Tuhan memberi keberanian bagi kita untuk berdiri teguh di tengah tekanan. Ingatlah, setiap pengalaman bersama Tuhan adalah modal untuk percaya bahwa Dialah Tuhan yang menolong dan menopang.
- Apa gagasan utama yang Daud ajukan dalam Mazmur 28?
- Sudahkah Tuhan menjadi perisai dan gunung batumu dalam kesesakan?
Pokok Doa: Mengimani bahwa Tuhanlah perisai dan senantiasa menopang.
