Ada dua tipe manusia ketika berhadapan dengan sesuatu yang baru. Pertama, tipe eksklusif, yaitu mereka yang tidak terbuka, selalu menolak, dan merasa bahwa kebaruan adalah ancaman. Kedua, tipe inklusif, yaitu mereka yang mempertimbangkan kemungkinan adanya kebenaran atau kebaikan dalam hal yang baru. Penerimaan dan kesediaan untuk berproses dalam menemukan kebenaran dan kebaikan merupakan hal yang penting. Situasi semacam ini terjadi dalam teks hari ini.
Teks Alkitab hari ini menceritakan kisah pemberitaan Injil kepada orang-orang Berea. Paulus dan Silas menyampaikan di sinagoge bagaimana Yesus menggenapi nubuat-nubuat tentang Mesias yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Orang-orang Berea merespons dengan mempelajari ayat-ayat tersebut dan menilai apakah klaim itu benar. Mereka menyadari bahwa perkataan Paulus dan Silas memang benar. Namun, sekelompok orang Yahudi dari Tesalonika datang dan memengaruhi beberapa orang di Berea dengan meyakinkan bahwa kehadiran Paulus merupakan ancaman. Silas dan Timotius tetap tinggal, tetapi orang-orang percaya yang baru itu segera mengirim Paulus ke Athena.
Youth, orang Berea menerima firman Tuhan dengan kerelaan hati dan menyelidiki Kitab Suci untuk memastikan apakah ajaran Paulus tentang Yesus sebagai Mesias benar. Hal ini menunjukkan keterbukaan pikiran, kejujuran intelektual, dan ketekunan dalam mencari kebenaran. Alih-alih mengabaikan atau bereaksi dengan prasangka, mereka mendekati pesannya dengan kesediaan untuk mendengarkan serta komitmen untuk memverifikasi kebenaran.
- Apa perbedaan orang Yahudi di Berea dan Tesalonika dalam menerima Injil?
- Sejauh mana kerinduanmu untuk menggali firman Tuhan?
Pokok Doa: Kritis dan terbuka dalam menerima pengajaran firman Tuhan.
