“Polisi menggerebek sebuah pesta bertajuk family gathering di kawasan Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Polisi membongkar kegiatan itu sebagai kedok tempat berkumpulnya puluhan orang yang terlibat dalam hubungan terlarang sesama jenis atau gay. Polisi menjerat penyelenggara dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 296 KUHP terkait tindak pidana perbuatan cabul.” Itulah potongan berita yang diakses dari pusiknas.polri.go.id. Peristiwa yang terjadi pada 22 Januari 2025 ini memperlihatkan tantangan dalam menjalani kekudusan hidup.
Teks Alkitab kita pada hari ini juga menunjukkan bagaimana Paulus meminta dan menasihati jemaat di Tesalonika untuk hidup berkenan kepada Allah. Salah satu bentuk hidup yang berkenan kepada Allah adalah menjauhi percabulan (ayat 3). Melalui pesan ini, kita melihat adanya tantangan yang dialami oleh umat untuk hidup dalam kekudusan. Oleh sebab itu, Paulus memperdalam pesannya dengan menekankan panggilan Allah untuk menjauhi kecemaran dan hidup dalam kekudusan.
Youth, pesan Paulus juga berlaku bagi kita saat ini. Kita dipanggil untuk hidup berkenan kepada Allah dengan menjaga diri dalam kekudusan. Dalam berbagai godaan untuk hidup dalam kecemaran, beranilah menjauhkan diri dari pornografi yang dapat kita temukan melalui dunia digital. Bersikaplah kritis terhadap konten yang mengarah pada pornografi, milikilah komunitas yang mendukung untuk hidup kudus, dan mintalah penyertaan Tuhan agar kita setia hidup dalam kekudusan.
- Apa nasihat Paulus agar jemaat hidup berkenan kepada Allah?
- Apakah kesulitan yang dihadapi untuk menjauhkan diri dari godaan pornografi?
Pokok Doa: Kesetiaan untuk menjaga kekudusan.
