Ketika liburan sekolah, Yarred mengikuti ayahnya untuk mendaki sebuah bukit. Dalam perjalanan pulang, mereka berjumpa dengan serombongan remaja perempuan yang tersesat. Melihat hal itu, ayah Yarred memandu mereka agar bisa pulang. Akhirnya, Yarred dan serombongan remaja perempuan itu mengikuti pimpinan ayah Yarred dan berhasil menemukan jalan pulang.
Jemaat di Roma membutuhkan sosok yang berpengalaman sebagai pemimpin untuk memandu ke arah yang benar. Menanggapi situasi tersebut, Rasul Paulus menegaskan pentingnya hidup dalam pimpinan Roh. Dengan demikian, hidup mereka tidak dipimpin dan dipandu oleh kedagingan yang akan membawa pada kematian. Kematian dalam hal ini bukan sekadar kematian fisik, tetapi diartikan lebih luas, seperti tidak mengalami pertumbuhan, tidak merasakan damai sejahtera, serta dikuasai oleh ketakutan dan kekhawatiran. Oleh sebab itu, Paulus mengajak jemaat Roma untuk hidup dalam pimpinan Roh, yang akan membawa pada kehidupan, pertumbuhan, damai sejahtera, dan optimisme dalam menjalani perjalanan hidup beserta dinamikanya.
Youth, saat ini kita diajak untuk hidup dalam pimpinan Roh. Dengan demikian, kita akan dipandu kepada jalan kehidupan. Pimpinan Roh ini bisa diperoleh melalui renungan harian, persekutuan, dan ibadah yang kita ikuti, serta kegiatan lain yang membuat kita lebih dekat dengan Tuhan. Dengan demikian, kita dapat mengerti apakah kita sudah berada di jalur yang tepat atau belum. Mari kita buka hati dan pikiran kita untuk mendengar dan taat pada pimpinan Roh dalam setiap langkah hidup kita.
- Apa dampak dari dipimpin oleh Roh?
- Tantangan apa yang kamu hadapi ketika berkomitmen dipimpin oleh Roh?
Pokok Doa: Bersedia dipimpin oleh Roh.
