Ketika memelihara seekor kucing, Susan harus mengenal kebiasaan kucingnya. Misalnya, ketika kucingnya bersuara, kemungkinan ia lapar. Susan tidak boleh berdiam diri atau membiarkannya. Susan harus segera memberi makanan agar kucingnya tidak kelaparan. Dari pengalaman itulah Susan mengerti pentingnya mengenal kucing peliharaannya agar dapat merawatnya dengan baik.
Bacaan kita pada hari ini merupakan teguran Rasul Paulus kepada orang-orang yang hidupnya melenceng. Ada orang-orang yang mengenal Allah, tetapi hidupnya tidak memuliakan-Nya. Memuliakan Allah bukan sekadar menyanyi dan memuji-Nya, melainkan juga melakukan apa yang Allah sukai. Hal inilah yang membuat Paulus terpanggil untuk menyampaikan pengajaran. Sama seperti Susan yang tahu bahwa kucingnya lapar, ia harus memberikan apa yang dibutuhkan oleh kucingnya. Perumpamaan tersebut seharusnya juga terjadi pada orang-orang yang mengenal Allah. Apabila mereka mengenal Allah, mereka akan mengerti dan melakukan apa yang disukai-Nya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: mereka mengenal Allah, tahu apa yang Allah sukai, tetapi tidak melakukannya. Akibatnya, Allah bersedih melihatnya.
Youth, melalui berbagai kegiatan Kristen, kita diajak untuk semakin mengenal Allah. Mengenal Allah berarti memahami apa yang Ia sukai dan tidak Ia sukai. Setelah memahaminya, kita diajak untuk menindaklanjutinya. Kita melakukan apa yang Allah sukai dan menghindari perilaku yang tidak disukai-Nya. Melalui hal itulah kita hidup sebagai orang yang mengenal dan memuliakan Allah.
- Mengapa Paulus menyebutkan ada orang yang sia-sia dan bodoh?
- Apa tantangan kita untuk melakukan hal yang Allah sukai?
Pokok Doa: Kesetiaan untuk mengenal dan memuliakan Allah.
