“T-A-A-T, taat. Saya mau seperti Yesus T-A-A-T, taat.” Itulah salah satu bagian syair nyanyian Sekolah Minggu yang berjudul “T-A-A-T, taat”. Lagu tersebut hendak mengajarkan kepada pendengarnya mengenai pentingnya untuk terus taat dalam menuruti perintah Tuhan dan perkataan orang tua.
Ketaatan juga ditekankan oleh Yohanes kepada para pembacanya dalam Kitab Wahyu. Ia memberikan penekanan dengan istilah “yang penting di sini” untuk meneladani orang-orang kudus. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan mereka menuruti perintah Allah dan terus beriman kepada Tuhan Yesus. Mereka mempertahankan iman meskipun mendapatkan tantangan, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Tak jarang, ada juga orang-orang yang rela menyerahkan nyawa mereka untuk tetap menuruti perintah Allah dan beriman kepada Tuhan Yesus. Ketaatan mereka menjadi teladan bagi kita bahwa iman yang sejati selalu diwujudkan dalam tindakan nyata.
Youth, hari ini kita diingatkan untuk terus menuruti perintah Allah. Kita percaya dan meyakini bahwa perintah Allah tidak akan membawa ke arah yang merugikan atau merusak. Justru sebaliknya, kita meyakini bahwa perintah Allah akan memberikan manfaat dan membangun hidup kita. Oleh sebab itu, turutilah perintah Allah meskipun terkadang tidak mudah dan menghadapi tantangan, baik dari dalam diri maupun dari luar diri sendiri. Mintalah kekuatan dari Roh Kudus agar kita dimampukan untuk terus menuruti perintah Allah. Dengan demikian, hidup kita akan semakin selaras dengan kehendak-Nya dan kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.
- Apakah pesan Yohanes kepada pembacanya?
- Apa tantangan yang kamu hadapi dalam menuruti perintah Allah?
Pokok Doa: Keberanian untuk terus menuruti perintah Allah.
