Pak Darno, seorang lansia, merawat istrinya yang menderita stroke selama belasan tahun. Setiap hari, ia membantu istrinya berpakaian, menyuapi, serta mengajaknya duduk di teras. Banyak orang mengagumi kesetiaannya. Pak Darno berkata, “Saya mencintainya. Waktu tidak terasa berat jika dijalani dengan kasih.”
Kisah ini mengingatkan kita pada Yakub yang bekerja tujuh tahun demi Rahel, perempuan yang dicintainya. Alkitab mencatat bahwa tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja. Hal itu bukan karena waktunya singkat, melainkan karena motivasi di balik pengorbanannya adalah kasih. Ketika mengalami kekecewaan karena ditipu oleh Laban, Yakub tetap bertahan dan kembali bekerja selama tujuh tahun berikutnya. Kasih membuatnya tidak menyerah.
Sahabat Senior yang terkasih, kehidupan di usia lanjut sering kali diwarnai oleh ujian kesabaran dan pengorbanan, seperti merawat pasangan, menerima berbagai perubahan, serta tetap setia dalam doa. Namun, ketika semua itu dilakukan dengan kasih, beban akan terasa lebih ringan. Kasih yang berasal dari Tuhan memberikan kekuatan untuk tetap setia, bahkan ketika keadaan tidak mudah. Marilah kita terus belajar mengasihi seperti Yakub. Bukan karena segala sesuatu mudah dijalani, melainkan karena Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita dengan setia.
DOA:
Ya Tuhan, terima kasih untuk kasih-setia-Mu. Biarlah kasih-Mu membuat kami selalu setia mengasihi pasangan dan keluarga kami. Amin.
