Bagaikan kacang lupa akan kulitnya. Peribahasa ini berarti seseorang yang lupa akan asal-usulnya, atau orang yang tidak tahu diri setelah meraih kesuksesan sehingga melupakan orang yang pernah berjasa padanya. Dilupakan orang lain memang dapat membuat hati sedih dan kecewa. Oleh karena itu, ada banyak nasihat agar kita tidak melupakan orang yang telah berbuat baik kepada kita.
Juru minuman yang pernah ditolong Yusuf untuk mengartikan mimpinya, ternyata melupakan Yusuf. Kekecewaan karena dilupakan sudah pasti dirasakan. Namun, TUHAN memiliki cara sendiri untuk menolong Yusuf keluar dari tahanan. Pada akhirnya, juru minuman itu menceritakan tentang Yusuf kepada Firaun karena Firaun bermimpi dan tidak ada yang bisa mengartikan mimpinya. Meski juru minuman tidak segera menolong Yusuf setelah dipulihkan jabatannya, pada akhirnya ia menjadi jalan bagi pembebasan Yusuf. Ketika sang juru minuman mengingat kebaikan Yusuf, itu menjadi jalan Tuhan bagi Yusuf.
Sahabat Senior, dalam perjalanan hidup kita tentu ada banyak orang yang telah berbuat baik dan berjasa kepada kita. Meskipun sudah lama berlalu, jangan lupakan kebaikan mereka. Kebaikan mereka adalah tanda kasih Tuhan. Oleh karena itu, bersyukurlah dan salurkan juga kebaikan kepada orang lain.
DOA:
Tuhan, terima kasih Engkau selalu memerhatikan hidup kami. Tolong kami tidak melupakan kebaikan orang lain yang menjadi alat kasih-Mu bagi kami. Amin.
