Saat jam pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu Lina memberi kesempatan kepada murid-murid untuk memberi pendapat. Namun, murid-murid menjadi sangat ribut karena semua ingin berbicara. “Anak-anak, mulai hari ini Ibu akan memberikan peraturan di kelas, yaitu ‘satu yang berbicara’!” kata Ibu Lina. “Kalau Ibu atau teman kalian berbicara, tidak ada murid yang ikut berbicara. Mengerti?” kata Ibu Lina lagi.
Adik-adik, yuk kita baca Ayub 33:31-33! Elihu juga menerapkan peraturan ini ketika ia berbicara dengan Ayub dan ketiga sahabat Ayub yang lain. Dengan begitu, Ayub dan sahabat-sahabatnya yang lain bisa benar-benar mendengarkan dengan baik. Jika hanya satu orang yang berbicara, maka akan memudahkan orang lain untuk mendengarkan.
Adik-adik, bayangkan kalau semua orang berbicara dalam satu waktu, siapakah yang bisa mendengarkan? Suasana menjadi tidak tertib dan kita akan mengalami kesulitan untuk memahami satu dengan yang lain. Yuk, belajar berbicara bergantian satu per satu!
Doa: Bapa di surga, ajar aku untuk bisa mendengarkan saat satu
orang berbicara di antara kami. Amin.
