Pada pemeriksaan pagi, Anita ditegur sebab poninya sudah sangat panjang. “Besok Pak Kris mau lihat mata Anita yang tidak tertutup oleh poni dan rambutnya rapi. Sekarang kamu jepit dulu poninya ke belakang!” kata Pak Kris. Anita menjawab, “Baik, Pak Kris. Besok rambut saya akan saya rapikan.”
Adik-adik, apakah kamu pernah ditegur oleh guru seperti Anita? Mari kita baca Ayub 14:16-17! Di tengah penderitaannya, Ayub menyadari bahwa Allah mengetahui setiap langkah hidupnya. Namun, Allah bukan pemeriksa yang kejam dan suka menghukum. Jika menemukan perbuatan yang salah atau keliru, Allah tidak langsung menghukum. Allah memeriksa hidup manusia karena Dia sungguh mengasihi manusia. Allah ingin manusia hidup seturut kehendak-Nya.
Adik-adik, jangan takut kepada Allah karena Dia adalah pemeriksa yang pengasih. Allah memeriksa hidup kita bukan untuk menghukum. Kasih-Nya begitu besar bagi kita sehingga Allah memberi kita hikmat untuk memperbaiki diri.
Doa: Bapa di surga, aku mengucap syukur karena Engkau mau memeriksa
hidupku. Jadikanlah aku lebih baik. Dalam Yesus aku berdoa. Amin.
