Edo sering dipanggil “Negro” oleh teman-temannya karena kulitnya berwarna gelap. Ia tidak suka. Kekesalan hati Edo memuncak ketika sedang bermain basket, teman-temannya berteriak, “Negro… Negro… Negro!” Sesampainya di rumah, Edo marah-marah tanpa sebab kepada adiknya.
Adik-adik, pernahkah kamu seperti Edo? Melampiaskan kemarahan dan kekesalan kepada orang yang salah? Mari kita baca Kejadian 37:18-31! Saudara-saudara Yusuf menjual Yusuf kepada pedagang dari Ismael. Sebenarnya mereka kesal terhadap ayahnya yang pilih kasih, tetapi mereka tidak tahu cara untuk mengungkapkan hal ini. Mereka melihat bahwa Yusuflah yang bersalah. Rasa iri dan kesal membuat mereka tidak dapat berpikir jernih. Mereka melampiaskannya kepada orang yang tidak seharusnya mendapat kemarahan mereka.
Adik-adik, firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk tidak melampiaskan kekesalan hati kepada orang lain. Hal itu hanya akan menyakiti orang yang tidak bersalah.
Doa: Bapa di surga, tolong aku untuk tidak melampiaskan kemarahan kepada
orang yang tidak tepat. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
