“Ting-tong!” terdengar bunyi bel di rumah Kiki. “Ki, tolong bukakan pintu!” kata Mama. “Aduh, Ma, lagi asyik nonton, nih,” jawab Kiki. “Ki, kasihan tamu kita kepanasan,” ujar Mama. “Iya deh, aku bukain. Ternyata, Om Nikolaus,” kata Kiki. “Ki, tolong ambilkan es teh yang ada di meja makan, ya!” pinta Mama. “Aduh, Ma, biar aja Om Nikolaus ambil sendiri,” jawab Kiki. Lho, kok Kiki bersikap begitu kepada tamu?
Adik-adik, mari kita membaca Kejadian 18:1-8! Suatu kali Abraham melihat tiga orang yang tidak dikenal sedang melakukan perjalanan. Abraham menawarkan mereka untuk singgah di kemahnya. Sebagai tuan rumah yang baik, Abraham dan Sara menyiapkan makanan dan minumam yang terbaik bagi tamunya.
Adik-adik, ketika ada tamu di rumah kita, marilah kita menjadi tuan rumah yang baik. Bukakan pintu untuk mereka. Siapkan minuman atau tawarkan makanan kepada mereka. Pasti, tamu kita akan senang. Begitu juga, Tuhan akan senang melihat perbuatan kita. Yuk, jadi tuan rumah yang baik!
Doa: Bapa di surga, jadikanlah aku tuan rumah yang baik atas tamu-tamuku.
Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
