Ia berasal dari keluarga bangsawan, tetapi peduli terhadap keterbelakangan kaum perempuan. Ia mempergunakan kesempatan yang ada untuk mencerdaskan para perempuan di sekitarnya. Ia wafat di usia muda, baru seperempat abad umurnya. Namun, jasa dan karyanya dikenang oleh bangsa Indonesia dari masa ke masa. Ia diangkat menjadi pahlawan nasional. Itulah sekilas kiprah Raden Ajeng Kartini.
Dalam bacaan hari ini, Harun tidak mati muda. Ia meninggal dunia dalam usia senja, yaitu seratus dua puluh tiga tahun. Harun dipilih oleh TUHAN untuk mendampingi Musa dalam memimpin bangsa Israel. Perjalanan kepemimpinannya bersama Musa diungkapkan dalam Kitab Bilangan 33. Di dalamnya terdapat suka, duka, kelimpahan, dan kekurangan. Ada saatnya melanjutkan perjalanan, ada kalanya berhenti dan mendirikan kemah. Harun yang dipilih oleh TUHAN menjadi imam memang bukan pribadi yang sempurna; ia pun pernah melakukan dosa. Namun, ia terus berupaya menaati titah TUHAN sampai akhir hidupnya.
Sahabat Senior, usia bukanlah persoalan muda atau tua. Sadarilah bahwa di dalamnya terdapat rangkaian anugerah dari Allah yang memberikan kesempatan kepada kita untuk berkarya bagi kemuliaan-Nya. Tidak setiap manusia dapat mencapai usia lanjut. Oleh karena itu, bersyukurlah pada usia senja dengan tetap setia memuliakan nama-Nya dan melakukan sabda-Nya.
DOA:
Bapa Surgawi, kami bersyukur atas rangkaian anugerah-Mu di sepanjang usia kami. Kami juga bersyukur atas rentetan kesempatan dari-Mu di sepanjang umur kami. Amin.
