Ada seorang penjahit yang membuka gerainya tidak di pinggir jalan besar, tetapi di dalam sebuah gang. Walaupun demikian, pesanan hampir selalu datang setiap hari. Mengapa? Karena hasil jahitannya tepat sesuai dengan pesanan para pelanggan. Jahitannya hampir selalu diselesaikan sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Harganya pun wajar. Para pelanggan puas dengan pelayanannya.
Ketika bangsa Israel mengembara di padang gurun, Tabut Perjanjian ditempatkan dalam Kemah Suci yang dapat dipindah-pindah mengikuti perjalanan mereka. Di kemah tersebut, Allah berkenan menemui umat-Nya, sehingga kemah itu disebut juga Kemah Pertemuan. TUHAN memberikan petunjuk kepada Musa untuk memerhatikan pengadaan kemah tersebut beserta perlengkapannya. Musa meneruskan kehendak TUHAN itu kepada umat Israel untuk dikerjakan. Hasilnya, segala pengerjaan terkait pengadaan Kemah Suci dapat diselesaikan sesuai kehendak TUHAN. Setiap perlengkapannya dibuat secara tepat sesuai dengan titah-Nya.
Sahabat Senior, kita adalah abdi Allah. Sikap dan tindakan yang tepat dari seorang abdi adalah mengabdi kepada-Nya sebagai Sang Tuan. Kita perlu mendengarkan, memahami, dan mewujudkan kehendak-Nya. Berupayalah secara sungguh-sungguh untuk melakukan firman-Nya. Lakukanlah tanpa paksaan dan demi kemuliaan Tuhan.
DOA:
Bapa Surgawi, sebagai abdi-Mu, kami bertekad untuk mendengarkan kehendak-Mu dan melaksanakannya secara tepat demi kemuliaan-Mu. Amin.
