Pada hari Minggu, suasana pasar di sebelah gedung gereja biasanya lebih ramai daripada hari biasa. Jumlah orang yang menggunakan jasa tukang becak juga lebih banyak. Namun, sebuah becak justru sering terparkir di halaman gedung gereja itu. Pemiliknya menyempatkan diri untuk menghadiri kebaktian Minggu paling pagi. Setelah itu, ia pergi ke sebuah pos Sekolah Minggu untuk mengajar. Pemilik becak tersebut melakukannya karena ia menyadari bahwa hidupnya yang singkat perlu digunakan bagi kemuliaan Allah.
Dalam Kitab Mazmur, pasal 119 merupakan mazmur yang terpanjang. Pasal tersebut terdiri atas 22 bagian sesuai dengan jumlah abjad Ibrani, dan setiap bagian terdiri atas 8 ayat. Bacaan hari ini merupakan bagian yang ketujuh. Pada saat itu, pemazmur sedang mengalami penderitaan. Ia dicemooh oleh orang-orang sombong yang merasa lebih pandai. Ia pun merasa sendirian karena sejumlah orang memilih untuk menyimpang dari ketetapan TUHAN. Namun, ia tetap melaksanakan firman TUHAN. Pilihan tersebut didasarkan pada kesadaran bahwa hidupnya di dunia ini hanyalah sementara.
Sahabat Senior, meninggal dunia memang tidak selalu berdasarkan urutan usia. Namun, yang berusia lanjut biasanya lebih dahulu meninggal dunia daripada yang berusia muda. Berapa pun usia kita saat ini, gunakanlah hidup kita untuk melaksanakan firman-Nya.
DOA:
Bapa kami yang di surga, hidup kami di dunia ini hanyalah sementara. Karena itu, kami bersedia untuk melaksanakan firman-Mu yang baka. Amin.
