Pak Tunduk mengawali pelayanannya sebagai seorang penatua dengan berlutut dan menundukkan kepala di hadapan Allah dan umat-Nya dalam sebuah kebaktian pelembagaan jemaat. Ia menjadi salah satu penatua perdana di jemaat yang baru. Ia pun sering menghadiri acara pembinaan yang diselenggarakan dalam ruang lingkup jemaat, klasis, maupun sinode. Seiring berjalannya waktu, Pak Tunduk menjadi tegar tengkuk. Ia merasa lebih berjasa daripada yang lain sehingga menuntut untuk didengarkan daripada mendengarkan nasihat.
Setelah pemerintahan Raja Salomo, kerajaan Israel terpecah menjadi dua, yaitu kerajaan Yehuda yang beribu kota di Yerusalem dan kerajaan Israel yang beribu kota di Samaria. Pada zaman pemerintahan Raja Hosea, kerajaan Asyur menghancurkan kerajaan Israel. Kehancuran tersebut dimaknai sebagai konsekuensi dari dosa atau pemberontakan raja dan rakyat kerajaan Israel kepada TUHAN. Mereka membuat sejumlah patung untuk disembah, mempersembahkan kurban kepada para dewa, dan tetap tidak mau bertobat walaupun sudah ditegur berulang kali oleh para nabi.
Sahabat Senior, orang tua memang lebih berpengalaman daripada orang muda karena telah mengenyam asam garam kehidupan. Namun, jangan sampai kita menjadi tegar tengkuk. Tetaplah tunduk kepada Allah dengan mendengarkan dan melaksanakan firman-Nya.
DOA:
Bapa surgawi, kami bersyukur atas pengalaman hidup kami. Tolong kami untuk rendah hati dan tetap memerhatikan sabda ilahi karena banyak yang masih belum kami mengerti. Amin.
