William Williams menggambarkan perjalanan hidupnya dalam mengikut Tuhan dalam nyanyian “Guide Me, O Thou Great Jehovah”. Nyanyian ini diterjemahkan dalam Kidung Jemaat 412 dengan judul “Tuntun Aku, Tuhan Allah.” Williams awalnya bercita-cita menjadi dokter. Namun, perjumpaan dengan seorang pengkhotbah bernama Howell Harris mengubah arah perjalanannya. Williams membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan umat Israel. Jadilah sebuah nyanyian dengan syair yang indah.
Sahabat Senior, perjalanan umat Israel keluar dari Mesir tidak mudah. Perjalanan itu melewati padang gurun yang penuh dengan mara bahaya. Mereka harus merasakan panas terik di siang hari dan dingin yang menusuk tulang di malam hari. Di tengah kesulitan itu TUHAN memberikan pertolongan. TUHAN menyediakan tiang awan di siang hari, agar sengatan matahari tertutupi. TUHAN menyediakan tiang api di malam hari yang memberi kehangatan dan menjadi penerang untuk melanjutkan perjalanan.
Perjalanan hidup manusia kadang tidak mudah. Namun, di tengah perjalanan yang tidak mudah itu, Tuhan tidak diam. Tuhan hadir dan menuntun. Sahabat Senior, ketika perjalanan hidup terasa sulit, ingatlah syair KJ 412 dan nyanyikanlah dengan penuh penghayatan: tuntun aku, Tuhan Allah, lewat gurun dunia. Ya, Tuhan memang selalu menuntun.
DOA:
Tuhan, terima kasih untuk tuntunan tangan-Mu sehingga kami dapat terus berjalan hingga saat ini. Perjalanan masih akan kami lanjutkan dengan berpegang pada tangan kasih-Mu. Amin.
