Manusia adalah makhluk sosial; ia tidak dapat hidup sendiri. Keberadaannya sebagai manusia semakin lengkap ketika terhubung dengan orang lain. Bentuk hubungan itu diwujudkan dalam kumpulan, paguyuban, maupun persekutuan. Sebagai orang percaya, persekutuan juga merupakan sebuah kemestian. Ada ungkapan Jawa yang menyatakan: Wong Kristen kuwi kudu seneng kumpul, sanajan yen kumpul kuwi kudu cucul, yen ora gelem kumpul gampang ucul (Orang Kristen itu seharusnya senang bersekutu. Meskipun dalam persekutuan ada yang harus kita keluarkan—waktu, tenaga, pikiran, dan lain-lain—tetapi jika orang Kristen sudah tidak mau berkumpul, lama-kelamaan akan mudah terlepas).
Ketekunan dalam bersekutu juga dilakukan oleh para murid Tuhan Yesus pada masa awal kekristenan. Mereka melakukannya dengan tekun. Persekutuan itu tidak hanya semakin menguatkan iman percaya mereka, tetapi juga menjadi sarana untuk saling menguatkan, mengingat sebagai jemaat awal mereka menghadapi banyak tantangan dan ancaman.
Sahabat Senior, panggilan untuk tekun bersekutu juga diberikan kepada kita sebagai orang percaya. Kita semua adalah bagian dari tubuh Kristus. Oleh karena itu, mari kita hidupi persekutuan di gereja kita. Melalui persekutuan yang kita hidupi, iman kita semakin kuat dan persaudaraan kita semakin erat.
DOA:
Ya Tuhan, beri kami ketekunan untuk menghidupkan dan mengembangkan persekutuan di mana Engkau menempatkan kami.Amin
