Syair refrein dari nyanyian Kidung Jemaat 64 berbunyi demikian: “Maka jiwaku pun memuji-Mu, sungguh besar ‘Kau, Allahku.” Nyanyian ini mengungkapkan kekaguman akan kemahakuasaan Allah sebagai Pencipta alam semesta, sekaligus mengungkapkan kekaguman pada karya penyelamatan dalam diri Tuhan Yesus Kristus.
Mazmur 114 juga mengungkapkan pujian atas kemahakuasaan Allah yang telah mengubah gunung batu menjadi kolam air dan batu yang keras menjadi mata air. Ungkapan ini menunjuk pada karya Allah yang telah membebaskan umat Israel dari Mesir. Menurut pemikiran manusia, tidak mungkin bagi umat Israel untuk dapat keluar dari Mesir setelah ratusan tahun menjadi budak di negeri itu. Mereka mengalami berbagai penderitaan. Hanya oleh kemahakuasaan Allah, mereka dapat lepas dari perbudakan di Mesir. Pemazmur menggambarkan peristiwa tersebut sebagai karya Allah yang mengubah gunung batu menjadi kolam dan batu keras menjadi mata air.
Sahabat Senior yang terkasih, jika kita renungkan perjalanan hidup kita, bukankah kita bisa sampai pada titik ini juga karena kemahakuasaan Tuhan? Kita bisa sampai pada usia sekarang karena Tuhan senantiasa berkarya menyertai hidup kita. Oleh karena itu, marilah dengan sepenuh hati kita senantiasa mengungkapkan pujian dan rasa syukur atas kemahakuasaan Tuhan.
DOA:
Ya Tuhan, kami bersyukur atas kemahakuasaan-Mu yang telah menyertai hidup kami, bahkan ketika kami menghadapi situasi yang sulit. Amin.
