Dalam kekristenan, pujian kepada Tuhan merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam ibadah, baik pada ibadah hari Minggu, hari besar, kedukaan, syukur, dan lain-lain. Memuji Tuhan dalam ibadah sudah berlangsung sejak zaman Perjanjian Lama. Melalui pujian, kita mengekspresikan iman kepada Tuhan. Melalui pujian, kita mengagungkan nama Tuhan. Melalui pujian, kita juga mempersaksikan iman kita kepada dunia.
Mazmur 134 juga merupakan ajakan pemazmur kepada semua hamba TUHAN untuk memuji-Nya. Mengapa mereka harus memuji TUHAN? Sebab TUHAN layak dipuji. Dialah yang menciptakan langit dan bumi. Seluruh semesta memancarkan keagungan-Nya. Oleh karena itu, pemazmur memuji TUHAN dan mengajak semua umat-Nya untuk juga memuji-Nya. Sayangnya, masih banyak orang yang sulit memuji Allah. Mengapa? Hal ini bisa terjadi karena mereka lebih berfokus pada persoalan hidup atau karena kurang menghayati kebaikan Allah dalam kehidupan mereka.
Sahabat Senior, teks Alkitab hari ini mengajak kita untuk memuji Tuhan. Kasih setia-Nya telah terbukti dalam hidup kita. Oleh sebab itu, bersama pemazmur, marilah kita memuji Tuhan dengan segenap hati. Memuji Tuhan tidak hanya dilakukan melalui perkataan, tetapi juga melalui segala perbuatan, bahkan seluruh hidup kita. Dengan demikian, hidup kita memancarkan kemuliaan Tuhan.
DOA:
Ya Tuhan, ajar kami untuk senantiasa memuji-Mu karena engkau sungguh amat baik. Kiranya setiap kata dan tindakan kami selalu menyatakan kemuliaan-Mu. Amin.
