Hidup dalam kebenaran adalah sesuatu yang mulia. Namun, dalam realitas, hidup dalam kebenaran tidaklah mudah. Dalam masyarakat Jawa ada ungkapan yang mengatakan, “Becik ketitik, ala ketara” (yang baik akan terlihat, yang jahat juga akan kentara). Akan tetapi, pada zaman sekarang yang terjadi adalah “sing becik ditampik, sing ala ditampa” (yang benar ditolak, yang jahat justru diterima). Dunia sering memihak pada yang tidak benar, sementara yang benar justru dikalahkan. Meskipun demikian, apakah kita akan ikut arus dunia?
Teks Alkitab yang kita baca hari ini mengungkapkan bahwa Tuhan sebagai Gembala yang baik menuntun domba-Nya ke jalan yang benar. Jalan yang benar itu berbeda dengan jalan yang enak atau menyenangkan. Jalan yang benar belum tentu menyenangkan, terkadang harus melewati bebatuan yang terjal dan berliku. Namun, jika domba mau mengikuti jalan yang ditunjukkan Sang Gembala, maka arah perjalanan akan membawa pada kebaikan dan keselamatan.
Sahabat Senior, kita dipanggil untuk hidup dalam kebenaran. Tuhan Yesus adalah kebenaran. Ia menuntun kita di jalan yang benar. Marilah kita hidup dalam kebenaran dengan memikirkan hal yang benar, mengatakan kebenaran, mengerjakan sesuatu dengan cara yang benar, meraih tujuan dengan cara yang benar, serta membela kebenaran.
DOA:
Ya Tuhan Sumber Kebenaran, kami bersyukur Engkau telah menyatakan jalan kebenaran. Mampukan kami untuk senantiasa hidup dalam kebenaran-Mu. Amin.
