Keluarga Pak Togap sibuk berkemas. Besok mereka akan berlibur ke kampung halaman. Kali ini mereka akan membawa mobil sendiri. Semua bersemangat. Perjalanan yang panjang dan menantang tetap menghadirkan kegembiraan. Mereka tampak sibuk mempersiapkan segala sesuatu, termasuk makanan kecil kesukaan anak-anak. Karena perjalanannya panjang, makanan kecil juga harus disiapkan dalam jumlah cukup. Mereka tidak ingin kelaparan di dalam mobil.
Ā
Sahabat Senior, perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir dipersiapkanĀ denganĀ terburu-buru.Ā PersediaanĀ makanan yang dapat mereka bawa terbatas. Itulah sebabnya mereka mengalami kelaparan. Namun, pemeliharaan TUHAN tetap terjadi. TUHAN memberikan kepada mereka roti yang berbentuk seperti tepung berwarna putih. Baru kali itu umat Israel melihatnya. Itulah sebabnya mereka bertanya, āApa itu?ā Dalam bahasa Ibrani, kata yang digunakan adalah manna. Jadi, manna awalnya bukan nama, melainkan kata tanya. Dari pertanyaan itulah roti itu kemudian disebut manna.
Ā
Sahabat Senior, pemeliharaan Tuhan memang ajaib dan kreatif. Umat Israel tidak dapat membayangkan ada makanan yang turun bersama embun pagi. Pemeliharaan yang ajaib dan kreatif itu juga masih dirasakan umat Allah pada masa kini. Mari kita ceritakan pemeliharaan Tuhan yang menakjubkan itu!
DOA:
Tuhan, terima kasih untuk karya pemeliharaan-Mu yang ajaib dalam hidup kami. Kami mau bersyukur dan membagikan karya ajaib Tuhan dalam hidup kami. Amin.
