“Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Peribahasa tersebut mengingatkan kita bahwa perilaku pemimpin akan menjadi contoh bagi orang-orang yang dipimpinnya. Kebiasaan buruk yang dilakukan oleh seorang pemimpin akan ditiru, bahkan dapat berkembang lebih parah pada orang-orang yang dipimpinnya. Oleh karena itu, setiap orang yang menjadi pemimpin harus memberikan keteladanan.
Umat Israel yang baru saja mengalami kasih dan karya Allah ternyata telah menyimpang dari firman Allah. Namun, Harun membiarkannya. Sebagai pemimpin, Harun mempunyai peran untuk mengayomi umat yang dipimpinnya. Mengayomi bukan berarti memperbolehkan dan menyetujui setiap tindakan umat yang dipimpinnya. Mengayomi berarti melindungi, termasuk melindungi umat agar melakukan tindakan yang benar dan tidak berperilaku jahat. Ketidaktegasan Harun dalam memimpin justru membuat umat Israel menjadi liar, kurang ajar, berbuat jahat, dan menjadi cemoohan bagi bangsa-bangsa lain.
Sahabat Senior, kita diharapkan menjadi panutan bagi generasi muda. Oleh karena itu, kita perlu konsisten memberi keteladanan dalam setiap perkataan dan perbuatan. Hal-hal yang salah perlu segera dihentikan dan dikoreksi. Hal-hal yang benar perlu terus-menerus diajarkan dan dilakukan secara konsisten.
DOA:
Ya Tuhan Yang Maha Benar, berikanlah kepada kami kepekaan untuk membedakan yang benar dan yang salah. Berikanlah kepada kami keberanian untuk melakukan yang benar. Amin.
