Pak Rebo yang berusia lanjut harus menghadapi kenyataan bahwa istrinya meninggal dunia. Ia yang selama 45 tahun hidup bersama istrinya, kini tinggal seorang diri di rumahnya. Semua anaknya sudah berumah tangga dan tinggal di luar kota. Sebagai seorang lansia, Pak Rebo tidak sekuat dan segesit dahulu. Ia pun rentan sakit. Namun, Pak Rebo tidak bersungut-sungut dalam menjalani kehidupannya.
Pemazmur mengajak umat untuk bersyukur kepada TUHAN. Ajakan tersebut berangkat dari peristiwa nyata yang telah dialami oleh umat Israel. Allah sekali-kali tidak pernah meninggalkan mereka, termasuk ketika mereka mengembara di padang belantara. Kesetiaan TUHAN ternyata jauh melampaui apa yang diharapkan manusia. Pembebasan atau penebusan terjadi karena kasih setia-Nya, bukan karena kesalehan dan kebaikan manusia.
Sahabat Senior, manusia mempunyai kecenderungan untuk mengeluh dan bersungut-sungut. Oleh karena itu, firman Tuhan mengajak kita sebagai orang-orang yang beriman kepada Allah untuk memilih bersyukur. Kawan dapat mengecewakan. Saudara kandung tidak selalu dapat diandalkan sebagai tempat berlindung. Harta bukanlah jaminan hidup bahagia. Hanya Allah yang kasih setia-Nya untuk selama-lamanya tidak berubah, bahkan melalui lembah kekelaman. Maka, bersyukurlah kepada-Nya.
DOA:
Bapa kami yang di surga, kami bersyukur atas kebaikan-Mu. Kami juga bersyukur atas kasih setia dan perlindungan-Mu. Amin.
