Oma Yola sedang menjalani diet. Badannya terasa berat. Kakinya susah payah melangkah ketika berjalan. Dokter menyarankan untuk mengurangi berat badan. Tetapi ternyata, diet itu sungguh tidak mudah. Apalagi ketika ada persekutuan warga usia lanjut. Aduh, makanannya terlihat enak. Ketika persekutuan selesai dan waktu makan tiba, Oma Yola tak berhenti melirik. Ia melihat rekan-rekannya makan dengan lahap. βSepertinya enak, ya,β pikirnya. Tanpa sadar, air liur Oma Yola menetes.
Β
Sahabat Senior, umat Israel sungguh beruntung. Pemeliharaan TUHAN datang bukan hanya tepat pada waktunya, melainkan juga indah. Bayangkan, roti yang diberikan TUHAN bukanlah roti sembarangan. Roti itu enak, rasanya seperti kue madu yang manis. Mendapatkan roti manna sebagai makanan merupakan berkat yang lengkap: membuat kenyang, enak, dan sehat!
Β
Sahabat Senior, dalam memberi, Tuhan tidak pernah separuh hati. Pasti Sahabat Senior pernah mengalami betapa sempurnanya pemberian Tuhan itu. Pemberian itu kadang tidak terpikirkan oleh manusia, seperti kehadiran manna, roti yang bergizi dan enak. Tidak terpikirkan, tetapi menakjubkan. Justru karena itu, tidak ada kata lain yang bisa dilakukan manusia selain berpegang teguh pada Tuhan yang pasti memberikan yang terbaik.
DOA:
Ya Tuhan, siapakah kami ini sehingga mendapat kasih setia-Mu? Kami mau bersyukur kepada-Mu sepanjang umur kami. Amin.
