Saat bermain bola di seko-lah, kaki Banu terkilir. Ia kesakitan dan jadi kesulitan berjalan. Didi segera membantu menuntunnya ke ruang UKS dan membantu Pak Kris memberi pertolongan pertama. Didi tidak menunggu diminta, ia peduli dan langsung bertindak saat melihat teman yang membutuhkan pertolongan.
Adik-adik, mari kita baca Ayub 29:15-16! Ayub me-ngatakan bahwa ia menjadi “mata bagi orang buta dan kaki bagi orang lumpuh.”Artinya, ketika Ayub mampu dan sehat, ia selalu berusaha untuk membantu orang-orang di sekitarnya. Hal ini merupakan bagian dari pembelaan Ayub ketika ia mengenang masa lalunya. Saat hidupnya diberkati, ia selalu melakukan hal yang benar dan penuh belas kasih. Ia peduli terhadap mereka yang lemah dan membutuhkan bantuan.
Adik-adik, Tuhan mau kita seperti Didi dan Ayub. Mari menolong teman belajar, berbagi, atau menemani yang sedih. Dengan begitu, kita menyenangkan hati Tuhan. Membantu bukanlah beban, melainkan berkat. Jika kita bisa berbuat baik dan membantu sesama, itu adalah berkat dari Tuhan. Yuk, kita mulai dengan bantu orang tua!
Doa: Bapa di surga, terima kasih atas berkat-berkat-Mu. Tolong aku agar
menjadi berkat. Dalam nama Yesus. Amin.
