Bayangkan kamu diterima bekerja di perusahaan impianmu. Saat awal bekerja, kamu belum memahami sistem yang berlaku. Namun, atasanmu tidak membiarkanmu kebingungan. Ia membekalimu dengan pelatihan, menyediakan mentor, serta memberikan perlengkapan kerja dan akses data. Kamu tidak dilepas sendirian; sebaliknya, kamu dipersiapkan untuk berhasil. Tentu kamu akan sangat bersyukur dan semakin antusias menjalani hari-hari berikutnya.
Demikianlah yang Allah lakukan kepada kita. Ia tidak hanya memanggil kita untuk melakukan kehendak-Nya, tetapi juga memperlengkapi kita sepenuhnya. Penulis Surat Ibrani menyebut Allah sebagai “Allah damai sejahtera” yang telah membangkitkan Kristus, Sang Gembala Agung, dari antara orang mati melalui darah perjanjian kekal. Dasar pengharapan dan perlengkapan kita bukanlah kemampuan pribadi, melainkan kuasa Allah yang menyelamatkan dan memulihkan kita melalui Kristus. Allah sendirilah yang memperlengkapi kita dengan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan kehendak-Nya. Kita dipanggil, tetapi tidak pernah dibiarkan sendirian. Kita dibentuk dan diperlengkapi oleh tangan yang berkuasa sekaligus penuh kasih.
Youth, hidup ini bukan hanya soal kesiapan diri, melainkan tentang siapa yang mempersiapkan kita. Allah damai sejahtera itu sedang bekerja dalam hidupmu, membentukmu menjadi pribadi yang sanggup melakukan hal-hal besar bagi Kerajaan-Nya. Karena itu, jangan takut akan masa depan. Kamu tidak berjalan sendiri; kamu diperlengkapi dan dibimbing oleh Sang Gembala Agung. Dia senantiasa memimpin dan menyertai langkahmu.
- Kondisi seperti apakah yang dialami oleh jemaat di Ibrani?
- Apa yang membuatmu percaya bahwa hidupmu dipersiapkan oleh Allah?
Pokok Doa: Percaya bahwa masa depan ada di tangan Allah.
