Teens, apa yang kita perhatikan saat berdiri di depan cermin dan melihat diri kita sendiri? Sering kali mata kita langsung tertuju pada hal-hal yang kita anggap kurangâjerawat yang muncul tiba-tiba, rambut yang sulit diatur, atau bagian tubuh lain yang dirasa tidak sempurna. Kita pun lupa bahwa cermin hanya memantulkan apa yang terlihat dari luar. Namun, bayangkan jika ada âcermin lainâ yang dapat menunjukkan siapa dirimu sebenarnya di dalamâbagaimana kamu berpikir, mengasihi, peduli, dan mengambil keputusan. Cermin itu memperlihatkan sesuatu dalam dirimu yang tidak dapat dilihat dengan mata, tetapi sangat istimewa.
Dalam Kejadian 1:24â28, kita membaca bahwa Allah menciptakan berbagai makhluk di bumi. Namun, ketika menciptakan manusia, ada sesuatu yang berbeda dan istimewa. Alkitab menyatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Artinya, manusia bukan sekadar ciptaan, melainkan wakil Allah di dunia. Kita diberi akal budi untuk berpikir dan memahami, hati nurani untuk membedakan yang benar dan salah, serta kemampuan untuk mengasihi dengan tulus. Menjadi gambar Allah berarti kita dipanggil untuk mencerminkan karakter-Nyaâkasih, keadilan, kesetiaan, dan kebenaranâdalam kehidupan sehari-hari.
Teens, dalam proses pencarian jati diri, ingatlah bahwa identitasmu tidak ditentukan oleh penilaian orang lain atau standar media sosial. Kamu berharga karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Karena itu, hiduplah dengan mencerminkan kasih-Nyaâmengasihi sesama, menghargai perbedaan, dan berani melakukan yang benar walaupun sulit. Dengan demikian, kamu memancarkan kemuliaan Allah melalui hidupmu. Kamu tidak diciptakan secara kebetulan, melainkan dengan tujuan yang indah dan bermakna.
