“Kak, kenapa dalam perumpamaan gadis bijaksana dan gadis bodoh di Alkitab, ada yang disebut sebagai gadis bodoh?” tanya Tito kepada Kiki. Kiki menjawab, “Itu karena mereka tidak membawa persediaan minyak. Ketika membawa pelita, mereka harus membawa minyak agar pelita tersebut tetap menyala”.
Adik-adik, mari kita membaca Matius 25:3 13! Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis yang mengambil pelitanya dan menyambut mempelai laki-laki. Ada lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh. Gadis yang bijaksana membawa minyak dan pelitanya. Gadis yang bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak. Ketika mempelai datang, hanya gadis bijaksana yang dapat menyambut karena pelita mereka terus menyala.
Adik-adik, Tuhan ingin agar kita menjadi seperti gadis yang bijaksana. Artinya, kita selalu siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus dengan melakukan firman-Nya.
Doa: Bapa di surga, aku mau belajar menjadi seperti gadis yang bijaksana dengan
selalu menjaga perkataan dan perbuatanku. Dalam nama Tuhan Yesus,
aku berdoa. Amin.
