Teens, apakah kamu tahu brenebon? Nama brenebon berasal dari bahasa Belanda, bruine bonen, yang berarti “kacang cokelat”. Dalam bahasa Indonesia, sering disebut kacang merah karena warnanya cokelat kemerahan. Kacang merah ini sangat enak dan disukai banyak orang. Ia bisa diolah menjadi sup, es krim, bahkan sebagai selai atau isian roti. Banyak orang menyukai olahan kacang merah, terutama sup kacang merah dengan kuah yang kental dan gurih.
Esau dan Yakub juga suka makan sup kacang merah. Bahkan, Esau rela menjual hak kesulungannya kepada Yakub demi sup kacang merah. Hak kesulungan adalah hak istimewa yang diberikan kepada anak sulung laki-laki, mencakup posisi yang lebih tinggi, bagian warisan yang lebih besar, dan menjadi pemimpin keluarga ketika ayahnya sudah tiada. Esau, yang kelelahan dan kelaparan setelah berburu, melihat Yakub memasak sup kacang merah dan memintanya. Memanfaatkan momen ini, Yakub mengajaknya melakukan barter: semangkuk sup kacang merah ditukar dengan hak kesulungan. Di sinilah Esau menyepelekan hak kesulungannya. Baginya, hak kesulungan tidak ada gunanya jika ia kelelahan dan hampir mati. Yang lebih penting baginya adalah makanan yang memulihkan tenaganya. Namun, yang tidak disadari Esau adalah ia meremehkan hak kesulungan yang sangat penting—tanggung jawab besar sebagai anak sulung—demi semangkuk sup kacang merah.
Teens, dalam hidup, kita sering dihadapkan pada pilihan. Jika harus memilih antara yang penting dan yang tidak penting, tentu mudah untuk menentukan. Namun, jika kedua pilihan sama-sama penting, dibutuhkan hikmat untuk menentukan mana yang lebih utama. Jika itu menyangkut tanggung jawab, jangan pernah meremehkan atau menyepelekannya hanya untuk ditukar dengan hal lain.
