Seminar kesehatan tentang demensia tengah berlangsung. Dokter Rudy menjelaskan bahwa salah satu bentuk demensia adalah penurunan daya ingat. Para peserta bergumam. Terdengar suara berbisik, “Aduh, aku mulai suka lupa.” Ada juga yang berkata, “Iya, kemarin aku lupa menaruh kacamata.” Pertanyaan pun terlontar, “Bagaimana caranya supaya tidak mudah lupa?” “Salah satunya adalah bermain games,” kata Dokter Rudy. Ia pun memberi contoh games yang dapat merangsang daya ingat.
Sahabat Senior, lupa adalah persoalan semua orang. Konon, semakin tua, kita semakin mudah lupa. Sahabat Senior pasti tidak ingin hal itu terjadi, bukan? Karena itu, mari belajar mengingat seperti yang dilakukan pemazmur. Pemazmur belajar mengingat-ingat perbuatan TUHAN yang ajaib dalam hidupnya. Agar dapat mengingat dengan lebih baik dan tidak mudah lupa, pemazmur menyebutkan apa saja perbuatan TUHAN itu. Menyebutkan berarti mengucapkan secara rinci apa saja yang diperbuat TUHAN.
Sahabat Senior, dalam dunia liturgi, mengingat atau mengenang sering disebut dengan istilah anamnesis. Anamnesis bukan sekadar mengingat, seperti mengingat tanggal lahir atau nomor telepon. Anamnesis adalah upaya mengenang karya pertolongan Allah. Sahabat Senior pasti senang mengenang peristiwa. Kalau begitu, ceritakanlah.
DOA:
Tuhan, kami mau menceritakan perbuatan-Mu yang ajaib dalam hidup kami. Tolong kami agar dapat bercerita dengan baik dan tidak membosankan. Amin.
