Orang yang hatinya dipenuhi kasih akan mampu mengasihi sesamanya. Ia akan merasa bahagia melihat hubungan yang penuh kasih di antara orang-orang sekitarnya. Sebaliknya, bila hatinya miskin kasih, ia tidak akan senang melihat hubungan kasih di antara orang lain.
Kakak-kakak Yusuf tidak merasa senang karena Yakub, ayah mereka, lebih mengasihi Yusuf, adik mereka. Sebagai kakak yang lebih dewasa, bukankah seharusnya mereka juga mengasihi Yusuf yang masih remaja? Mereka seharusnya memahami bahwa Yakub memberi perhatian lebih kepada adik mereka yang masih muda, apalagi Yusuf lahir ketika Yakub sudah berusia lanjut. Sangat wajar jika Yakub memberi perhatian ekstra karena Yusuf masih membutuhkan bimbingan. Namun, kurangnya kasih di hati membuat kakak-kakak Yusuf dipenuhi kebencian terhadap adiknya. Mereka lupa akan hubungan persaudaraan dengan Yusuf, yang seharusnya diwarnai kasih sayang. Kebencian membutakan hati mereka dan menghapus nilai persaudaraan di antara mereka dan Yusuf.
Sahabat Senior, hidup dalam kasih Allah akan menjadikan hati kita penuh kasih. Bila ada kasih di hati, kita akan turut bahagia menyaksikan relasi kasih yang terjalin di antara orang-orang di dekat kita. Hati kita akan selalu dipenuhi kasih bila kita menyadari bahwa Allah senantiasa mengasihi kita. Allah juga ingin kita menjadi alat kasih-Nya bagi sesama.
DOA:
Tuhan, ingatkan kami bahwa kami adalah umat-Mu yang selalu Kau kasihi. Ajar kami untuk bisa mengasihi sesama kami. Amin.
