Oma Jeje ingin bertemu cucu-cucunya, tetapi putrinya tidak mengizinkan kedua anaknya bermain ke rumah Oma Jeje. Alasannya karena kondisi kesehatan sang oma sedang lemah, sementara cucu-cucunya sedang sakit batuk. Jika Oma Jeje dibiarkan bertemu cucu-cucunya, ia bisa terkena batuk juga, bahkan bisa lebih parah dari mereka. Meskipun sedih tak bisa bertemu, tetapi Oma Jeje memahami bahwa larangan putrinya itu bertujuan baik bagi dirinya.
Yusuf memandang secara positif pengalaman masa lalunya yang pahit. Ia pernah dijual sebagai budak oleh saudara-saudaranya dan dipenjarakan karena difitnah oleh istri Potifar. Namun, pada akhirnya ia diangkat oleh Firaun menjadi orang kepercayaannya. Yusuf meyakini bahwa lika-liku perjalanan hidupnya tidak terlepas dari karya tangan TUHAN. Meskipun pahit, Tuhan telah mengubah semuanya menjadi kebaikan. Ia pun menjadi alat keselamatan bagi keluarga dan bangsanya.
Sahabat Senior, terkadang hal-hal yang tidak menyenangkan atau pahit dapat menjadi cara Tuhan untuk menolong kita atau bahkan melindungi kita dari bahaya. Seandainya Yusuf tidak mengalami peristiwa buruk dari saudara-saudaranya, ia mungkin tidak akan menjadi pejabat di Mesir. Oleh karena itu, hal-hal yang tampak buruk belum tentu selalu berdampak negatif bagi kita. Marilah kita belajar untuk melihat secara positif setiap hal yang kurang baik yang kita alami.
DOA:
Tuhan, berilah kami hikmat untuk melihat secara positif hal-hal yang kurang menyenangkan sehingga kami bisa menemukan hal-hal baik. Amin.
