Opa Rinto sudah tidak bisa berdiri dengan tegak karena tulangnya sangat lemah. Namun, ia tetap menjalani aktivitas yang menjadi kebiasaannya. Ia mengikuti doa pagi, persekutuan lansia, dan paduan suara. Untuk beraktivitas, ia menggunakan bantuan tongkat. Meskipun kondisinya lemah karena penyakit yang dideritanya, ia tetap merasa hidupnya berharga di mata Tuhan dan ingin menyerahkan hidupnya bagi Tuhan dalam keadaan apa pun.
Umat Israel memang pernah melawan Allah. Mereka pernah berada dalam keadaan yang hina. Namun, Allah tetap mengasihi umat pilihan-Nya. Setelah umat Israel mengalami hukuman berat berupa kekalahan dan kejatuhan serta ditaklukkan oleh bangsa lain, Nabi Yesaya menyampaikan ucapan penghiburan dan pengharapan bagi sisa-sisa umat Israel. Allah menjanjikan keselamatan dan perlindungan bagi umat yang dikasihi-Nya, sebab mereka tetap berharga dan mulia di mata Allah.
Bagaimanapun keadaan hidup kita, Allah tetap mengasihi kita. Hidup kita berharga dan mulia di mata-Nya. Karena itu, marilah kita menghargai hidup dengan melakukan aktivitas yang positif dan bermanfaat. Fisik dan kesehatan yang berkurang tidak mengurangi kasih dan anugerah Allah bagi kita. Tetaplah bersemangat dan bersukacita menjalani hari-hari kehidupan, sebab Allah mengasihi kita dan hidup kita sangat berharga di mata-Nya.
DOA:
Tuhan, terima kasih karena Engkau tetap mengasihi dan menerima kami apa adanya. Pimpin kami agar dapat mengisi hidup yang berharga ini dengan hal-hal yang bermanfaat. Amin.
