Seorang remaja mengunggah sebuah foto di media sosial. Ia merasa fotonya sangat bagus dan sempurna untuk di-posting. Setelah mengunggah, ia menatap layar ponselnya dan menunggu notifikasi “suka” dan “komentar” dari teman-temannya. Namun, waktu berlalu dan tidak ada notifikasi yang masuk. Ia kemudian kecewa, merasa diabaikan, dan tidak dihargai. Teens, perasaan diabaikan atau tidak dihargai itu tidak menyenangkan, apalagi jika itu berasal dari perilaku orang dekat kita, teman-teman, guru, atau bahkan keluarga.
Jika kamu pernah mengalaminya, kamu juga mungkin dapat membayangkan bagaimana perasaan Lea. Lea merasa diabaikan karena ia tidak dicintai oleh Yakub, suaminya. Memang, sejak awal Yakub mencintai Rahel (ayat 17). Yakub menikahi Lea karena dijebak oleh Laban, ayah Lea dan Rahel. Jadi, sejak awal memang Yakub tidak mencintai Lea, apalagi setelah Yakub menikahi Rahel. Sebagai seorang perempuan dan istri, Lea pasti kecewa dan terluka. Namun, Tuhan mengerti keadaan Lea. Ia mendengarkan keluh kesah Lea. Tuhan lalu membuat Lea mengandung dan melahirkan anak-anak bagi Yakub. Dengan begitu, Lea lebih diperhatikan oleh Yakub. Ia pun bersyukur karena Tuhan mendengarkan keluh kesahnya dan menolongnya.
Teens, perasaan diabaikan, tidak dicintai, dan tidak dihargai dapat membuat kita menderita. Namun, Tuhan mengetahui pergumulan kita. Ia mendengarkan keluh kesah orang yang terabaikan dan tidak pernah tinggal diam ketika anak-Nya mengalami kesesakan. Ketika kamu merasa diabaikan, ditolak, tidak dianggap, tidak dihargai, atau tidak dicintai, percayalah Tuhan tahu keadaanmu dan pasti menolong. Namun, jika kamu yang menolak dan mengabaikan orang lain, temanmu, atau saudaramu, bertobatlah, minta ampun kepada Tuhan, dan jangan melakukannya lagi.
