“Jika aku harus menjalani sepuluh ribu kehidupan, aku akan selalu memilihmu.” Ini merupakan kutipan paling ikonik dari film Sore: Istri dari Masa Depan. Film ini mengisahkan seorang perempuan bernama Sore yang kembali ke masa lalu untuk mengubah kehidupan suaminya, Jonathan. Pada masa depan, Jonathan meninggal akibat serangan jantung karena pola hidup yang tidak sehat. Karena kesedihan yang mendalam atas kematian Jonathan, ia kembali ke masa lalu. Karena cintanya kepada Jonathan, Sore berkali-kali kembali ke masa lalu dan melakukan hal yang sama untuk membantu Jonathan berubah, meskipun selalu gagal. Demi cintanya kepada Jonathan, Sore rela mengulang ribuan kehidupan.
Waktu selama apa pun tidak akan terasa jika kita berjuang demi cinta. Mungkin ini yang dirasakan Yakub ketika ia memperjuangkan cintanya kepada Rahel. Yakub jatuh cinta kepada Rahel pada pandangan pertama. Ia mengutarakan niatnya untuk menikahi Rahel. Laban, ayah Rahel, setuju dengan syarat Yakub harus terlebih dulu bekerja baginya selama tujuh tahun. Ia pun bekerja selama tujuh tahun untuk dapat menikahi Rahel. Namun, setelah tujuh tahun, Laban malah memberikan Lea, kakak Rahel, untuk dinikahi Yakub. Sebab, kata Laban, “Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu daripada kakaknya” (ayat 26). Laban lalu memberi syarat lagi, Yakub boleh menikahi Rahel jika ia bekerja tujuh tahun lagi. Si tukang tipu akhirnya diakali. Yakub setuju karena ia mencintai Rahel dan bersedia berkorban selama empat belas tahun.
Teens, begitulah kekuatan cinta. Cinta rela berkorban waktu untuk yang dicintai. Sudahkah kamu berkorban bagi orang yang kamu cintai, seperti orang tua, saudara, atau sahabatmu? Jika cintamu besar kepada mereka, pengorbanan adalah hal yang sepadan.
