Tertawa itu menyehatkan. Secara fisik, tertawa dapat meningkatkan sistem imun tubuh, membakar kalori, meningkatkan daya ingat, serta membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Secara psikologis, tertawa dapat meredakan stres, mengurangi risiko depresi, meningkatkan suasana hati, serta membantu mempererat hubungan dan membangun kedekatan. Firman Tuhan pun mengatakan, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur.” Karena itu, Teens, tertawa juga bisa menjadi respons yang tepat ketika menghadapi pergumulan, agar tidak larut dalam masalah dan meningkatkan semangat untuk menghadapinya.
Saat melahirkan Ishak, Sara berumur 90 tahun, sedangkan Abraham berumur 100 tahun. Mereka yang seharusnya sudah menjadi kakek dan nenek justru menjadi ayah dan ibu bagi Ishak. Menghadapi kenyataan itu, Sara berkata bahwa Allah membuatnya tertawa. Ia tertawa karena dalam usia tuanya ia harus menggendong anaknya sendiri, yang lebih cocok menjadi cucu, bahkan cicitnya. Alih-alih merasa kesal, Sara memilih tertawa dan memaknai bahwa Allah yang membuatnya tertawa. Abraham dan Sara pun tertawa bersama TUHAN Melalui tawa, mereka dimampukan menghadapi kenyataan yang di luar nalar dan ekspektasi mereka.
Teens, kadang hidup berjalan tidak sesuai dengan rencana kita. Kita mungkin sedih atau kesal dan merasa bahwa keadaan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun, alih-alih menggerutu, ada baiknya kita menghadapinya dengan hati yang gembira. Apa pun yang terjadi dalam hidup, Tuhan pasti memiliki rencana yang jauh lebih baik bagi kita. Karena itu, hadapilah segala kenyataan, baik kebahagiaan maupun pergumulan, dengan hati yang gembira. Terimalah semuanya dengan tertawa bersama Allah.
