Pada Juni 2025 terjadi tindakan kekerasan oleh seorang konsumen terhadap pengantar makanan online di Godean, Yogyakarta. Si konsumen merasa bahwa sang pengantar makanan terlambat mengantarkan pesanannya. Oleh karena itu, ia tak sabar dan menganiaya sang pengantar makanan. Atas penganiayaan tersebut, si konsumen akhirnya dilaporkan ke Polsek Godean.
Kesabaran merupakan hal yang penting dalam kehidupan ini. Inilah yang diungkapkan penulis Surat Ibrani kepada para pendengarnya. Ia mencontohkan kisah Abraham yang dengan sabar menantikan janji Allah. Akhirnya, ia menerima anak sesuai dengan yang dijanjikan, meski harus menunggu dengan sabar. Bersabar adalah hal penting dalam mengharapkan sesuatu. Penulis Surat Ibrani mengajak jemaat untuk menantikan dengan sabar dan percaya janji Tuhan, meskipun apa yang ditunggu belum terwujud. Dalam menunggu, jemaat diajak untuk terus berusaha melakukan yang baik di hadapan Tuhan, bukan menunggu dengan marah, yang dapat merugikan diri sendiri.
Youth, mungkin saat ini kita sedang menantikan sesuatu. Dalam menanti, mungkin kita sudah lelah dan kehilangan semangat untuk berharap. Meskipun demikian, hari ini kita diingatkan untuk menanti dengan tetap dekat pada Tuhan dan terus melakukan firman-Nya. Dengan demikian, kita menanti dengan kesabaran, keikhlasan, serta tetap percaya bahwa apa yang kita nantikan, jika memuliakan nama Tuhan dan sesuai dengan kehendak-Nya, pasti cepat atau lambat akan dikabulkan. Menantilah dengan benar seperti Abraham, bukan seperti si klien dalam kisah di atas.
- Bagaimana cara menanti dengan benar menurut penulis Surat Ibrani?
- Mengapa terkadang kita tidak sabar dalam menanti?
Pokok Doa: Kesabaran dalam menantikan yang baik.
