Sudah sangat lama manusia terjebak dalam pemahaman bahwa keselamatan hanya diperuntukkan bagi mereka. Cara berpikir ini membuat manusia sering merasa berhak melakukan apa saja terhadap alam. Hutan ditebang tanpa kendali, hewan diburu sembarangan, serta air dan udara dicemari demi kepentingannya. Seolah-olah selain manusia, ciptaan lain tidak memiliki nilai atau perlu dijaga. Akibatnya, kerusakan alam terjadi di mana-mana, dan semua makhluk hidup ikut merasakan dampaknya.
Teks Alkitab hari ini memberikan gambaran yang berbeda. Ketika melihat bumi yang rusak, Allah tidak hanya memerhatikan manusia, tetapi seluruh ciptaan. Allah memerhatikan dan menyelamatkan segala makhluk. Dalam teks kita, kata “segala” diulang berkali-kali: segala yang hidup, segala makhluk, segala jenis burung, segala jenis hewan, dan segala binatang melata. Pengulangan ini bukan kebetulan, tetapi penegasan bahwa perhatian dan rencana Allah mencakup seluruh ciptaan. Keselamatan yang Allah sediakan bukan hanya untuk manusia, tetapi juga bagi segala makhluk hidup. Ini menunjukkan bahwa Allah peduli terhadap keseluruhan ciptaan-Nya, bukan hanya satu bagian saja.
Teens, dalam kisah ini ada panggilan penting bagi kita. Kita diingatkan bahwa keselamatan dari Tuhan tidak boleh dipahami secara sempit. Jika Allah peduli terhadap seluruh ciptaan, maka kita pun dipanggil untuk melakukan hal yang sama. Setiap tindakan kita harus mempertimbangkan kebaikan bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi hewan, tumbuhan, air, dan udara. Menjaga lingkungan adalah bagian dari hidup yang berkenan kepada Tuhan. Mari terlibat dalam menghadirkan keselamatan yang menyeluruh, bukan hanya bagi diri kita sendiri, tetapi bagi seluruh ciptaan di dunia ini.
