Beberapa siswa dengan sengaja membolos bersama untuk menghindari ulangan. Pada awalnya, semua terasa menyenangkan. Namun, beberapa hari kemudian, pihak sekolah mengetahui perbuatan tersebut. Mereka pun harus menerima hukuman dan orang tua mereka dipanggil ke sekolah. Pada saat itulah mereka menyadari bahwa setiap tindakan selalu membawa konsekuensi. Apa yang tampak menyenangkan di awal ternyata harus dibayar dengan harga yang tidak sedikit.
Teks Alkitab hari ini menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap perintah TUHAN tidak pernah tanpa akibat. Ular yang menipu manusia menerima kutuk, dan perempuan juga menerima konsekuensi atas kejatuhannya. Kepada ular dikatakan bahwa akan ada permusuhan antara keturunannya dan keturunan perempuan. Mereka akan saling meremukkan: ular meremukkan tumit manusia, sedangkan manusia meremukkan kepala ular. Hal ini menggambarkan pertarungan yang terus-menerus antara Iblis dan manusia. Sementara itu, perempuan akan mengalami kesakitan dalam melahirkan. Namun, di balik rasa sakit tersebut terdapat tanggung jawab mulia: melalui perempuan, kehidupan manusia terus berlanjut dari generasi ke generasi. Meskipun ada penderitaan, perempuan tetap menjalaninya dengan sukacita. Itulah yang tersirat dalam ungkapan bahwa hasratnya tertuju kepada suaminya, yaitu dorongan untuk tetap menjalankan perannya dalam kehidupan
Teens, setiap pilihan memiliki akibat. Demikian juga, pelanggaran terhadap firman Tuhan selalu membawa konsekuensi. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati dalam bertindak. Lakukanlah yang baik dan benar agar terhindar dari konsekuensi yang menyakitkan. Dalam konsekuensi yang harus ditanggung, Tuhan turut menyertakan kebaikan bagi kita.
