Pernahkah kamu berencana melakukan keisengan atau menyebarkan hoax tentang orang lain? Mungkin saja kamu berpikir bahwa melakukan hal-hal seperti ini akan aman-aman saja selama tidak ada yang tahu. Bahkan kamu bisa saja memperkirakan kapan waktu terbaik untuk melakukan keisengan itu. Namun, rencana jahat sudah berdampak bahkan sebelum dilakukan. Berdampak pada siapa? Tentu saja pada diri sendiri. Rencana jahat tidak akan selamanya tersembunyi. Bagaikan menyimpan bangkai, baunya pasti akan tercium, begitu juga dengan rencana-rencana yang jahat.
Teens, Tuhan Yesus mengenali rencana jahat yang akan dilakukan oleh imam-imam dan tua-tua bangsa Yahudi, walaupun saat itu mereka secara sembunyi-sembunyi merencanakannya di istana Imam Besar Kayafas. Rencana itu disusun untuk dilaksanakan setelah waktu perayaan agar tidak menimbulkan keributan. Mengapa mereka melakukan hal itu? Karena mereka menyadari bahwa rencana jahat tersebut dapat berbalik kepada diri mereka sendiri. Jika terjadi keributan, merekalah yang akan dimintai pertanggungjawaban atas peristiwa itu. Namun, mereka tidak menyadari bahwa rencana jahat tersebut telah diketahui oleh Tuhan Yesus, bahkan telah disampaikan-Nya kepada para murid. Tujuannya adalah agar para murid bersiap menghadapi situasi yang berat itu.
Teens, rencana jahat tidak pernah berakhir baik, baik bagi yang merencanakan maupun bagi korbannya. Rencana jahat hanya akan membuat diri sendiri menjadi jahat dan melukai orang lain, termasuk orang-orang yang mengasihimu. Entah dalam bentuk keisengan kecil ataupun dalam menyebarkan kabar hoax. Rencana jahat akan selalu berbalik kepada diri sendiri. Perlu kamu sadari, Tuhan mengetahui jika kamu berniat berbuat jahat. Jadi, jangan berbuat jahat, sebab Tuhan melihat.
