Move on merupakan sebuah proses melepaskan diri dari masa lalu, dan melanjutkan hidup dengan berfokus pada masa kini dan masa depan. Move on bukan hanya soal melepaskan diri dari masa lalu, tetapi juga ketika kamu harus memulai pengalaman yang baru, seperti masuk sekolah yang baru atau bertemu teman baru. Move on mendorongmu untuk melanjutkan hidup dengan segala hal baru di depan. Banyak orang yang gagal move on, baik dari kenyamanan masa lalu atau dari pengalaman menyakitkan, bukan karena sulit melupakan, tetapi karena tidak mau melepaskan dan tidak mau bergerak maju.
Bicara soal gagal move on, istri Lot adalah salah satu yang mengalaminya. Ia gagal move on bukan dari rasa sakit pada masa lalu, melainkan dari rasa nyaman kehidupan di kota Sodom. Ketika Sodom dan Gomora dimusnahkan, Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk memperingatkan Lot dan keluarganya. Mereka harus berlari menyelamatkan diri, tidak boleh berhenti dan menoleh ke belakang. Lot beserta istri dan kedua anaknya lalu pergi meninggalkan Sodom ke arah kota Zoar. Namun, di tengah perjalanan, istri Lot menoleh ke arah Sodom sehingga berubah menjadi tiang garam. Ia masih belum sepenuhnya melepaskan kehidupan lamanya di Sodom. Hatinya masih terpaut pada kota tersebut. Istri Lot gagal move on dari kenyamanan hidup di Sodom.
Teens, hidup itu bergerak ke depan, tidak mundur ke belakang. Karena itu, kita perlu menatap ke depan, terus melangkah maju, dan tidak terjebak pada masa lalu. Memang kita perlu mengingat masa lalu, tetapi untuk belajar menjadi lebih baik demi masa depan, bukan karena gagal move on. Gagal move on adalah ketika kamu tidak mau melepaskan, bukan hanya rasa sakit, tetapi juga kenyamanan masa lalu. Gagal move on dapat menghambatmu untuk menjadi lebih baik. Yuk, move on, Teens!
