Pada suatu siang tahun 1841, seorang pendeta di Inggris mengunjungi keluarga Adams dan bercerita bahwa ia kesulitan menemukan nyanyian jemaat yang sesuai dengan kisah Alkitab tentang mimpi Yakub di Betel (Kejadian 28:10–22). Seorang anak keluarga Adams, yakni Sarah, kemudian menawarkan diri untuk membuat nyanyian yang terinspirasi dari kisah Yakub itu. Kakaknya, Eliza, lalu membuat notasinya, yang kemudian kita kenal sebagai himne Nearer, My God, to Thee, yang diterjemahkan menjadi “Makin Dekat Tuhan” (KJ 401). Pergumulan dan perenungan Sarah tentang kisah Yakub ini juga erat hubungannya dengan kondisinya saat itu. Ia menderita TBC yang kemudian merenggut nyawanya. Namun, di tengah pergumulannya itu, Sarah menyadari bahwa Tuhan dekat dan selalu menyertainya.
Yakub pada saat itu juga sedang bergumul dalam pelarian karena takut kepada Esau setelah ia mengelabui Ishak untuk mendapatkan berkat kesulungan. Dalam kegalauan hatinya, ia beristirahat dengan berbantal batu, lalu bermimpi. Dalam mimpinya, ia melihat sebuah tangga yang menjulang ke langit, dan malaikat-malaikat TUHAN turun naik melalui tangga itu. Pada saat itu, TUHAN hadir dan berbicara kepadanya di dalam mimpi. Allah menjanjikan Yakub keturunan yang akan menjadi bangsa besar serta tanah yang akan diberikan kepadanya. Lebih daripada itu, TUHAN menyatakan bahwa Ia menyertai Yakub dan melindunginya. Momen mimpi di Betel ini menjadi penegasan bagi Yakub bahwa Allah itu dekat, selalu menyertai, bahkan pada saat yang berat dalam hidup Yakub.
Teens, kita belajar dari Yakub dan Sarah Adams bahwa kadang kala hidup ini tidak mudah. Hidup bisa membuat kita lelah dan lemah. Namun, ketahuilah bahwa dalam segala keadaan, Tuhan itu dekat. Ia menyertai dan melindungi kita selalu. Kita hanya perlu percaya kepada-Nya
