Teens, bayangkan jika kamu memiliki sebuah kartu ATM yang dapat digunakan kapan saja untuk menarik uang tanpa batas. Tentu menyenangkan, bukan? Namun, kenyataannya tidak seindah itu. Terkadang, kita tidak bisa langsung mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita mau. Lalu, bukankah kita bisa meminta kepada Tuhan? Ya, Tuhan menyediakan semua yang kita butuhkan—bukan semua yang kita inginkan. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan Ia menyediakannya sesuai dengan kebutuhan kita.
Abraham diperintahkan TUHAN untuk pergi ke Bukit Moria guna mempersembahkan Ishak. Berbeda dengan peristiwa Sodom dan Gomora, Abraham tidak memprotes atau melakukan tawar-menawar dengan TUHAN. Ia taat karena percaya bahwa TUHAN setia pada janji-Nya. TUHAN bukan seperti ilah-ilah bangsa lain yang menghendaki pengurbanan manusia. Karena itu, ketika Ishak bertanya di mana hewan kurbannya, Abraham menjawab bahwa TUHAN sendiri yang akan menyediakannya. Apa yang diimani Abraham ini juga diimani Ishak. Bahkan ketika ia sudah diikat, Ishak tetap tenang karena percaya bahwa TUHAN pasti akan menyediakan binatang kurban. Benar saja, kepercayaan mereka terbukti: TUHAN menyediakan seekor domba untuk dipersembahkan. Ia adalah Allah yang peduli dan memelihara kehidupan umat-Nya.
Teens, mengimani bahwa Tuhan menyediakan bukan berarti meminta-Nya memberi apa pun yang kita inginkan. Seperti yang dialami Abraham, Tuhan menyediakan berarti Ia mengetahui kebutuhan kita dan memenuhinya sesuai waktu yang terbaik. Iman dan ketaatan bukanlah cara untuk merayu Tuhan agar memberikan keinginan kita, melainkan bentuk penyerahan diri kepada Tuhan yang selalu menyediakan dan memberikan kebutuhan kita.
