Seorang anak laki-laki pernah melakukan kesalahan di sekolah. Ia dihukum, dimarahi, bahkan merasa ditolak oleh teman-temannya. Sejak saat itu, ia mulai menarik diri dan berpikir bahwa dirinya tidak layak untuk diterima kembali. Namun, beberapa hari kemudian, seorang guru mengajaknya berbicara dan memberinya kesempatan untuk mengikuti lomba menggambar. Anak itu terkejut lalu bertanya, “Apakah saya masih dipercaya?” Sang guru tersenyum dan menjawab, “Ya, kamu tetap anak yang saya sayangi.”
Bangsa Israel juga sering gagal setia kepada TUHAN. Mereka memberontak, menyembah ilah lain, dan melanggar perjanjian dengan TUHAN. Namun, melalui Nabi Yesaya, disampaikan pesan yang luar biasa: TUHAN tetap menyayangi Yakub dan akan memilih kembali Israel. Hal ini bukan karena Israel layak, melainkan karena kasih TUHAN yang tidak pernah berubah. Ia adalah Allah yang setia, bahkan ketika umat-Nya tidak setia.
Sahabat Senior yang terkasih, mungkin ada masa lalu yang membuat kita merasa tidak layak dikasihi Tuhan. Kesalahan dan kegagalan sering kali membuat kita berpikir bahwa Tuhan tidak lagi menyayangi kita. Namun, firman Tuhan hari ini menegaskan bahwa kasih-Nya tidak berubah. Mari membuka hati agar kasih Tuhan kembali menyentuh hati kita yang mungkin telah lama merasa tidak layak. Kita adalah milik-Nya dan Ia terus menanti kita untuk kembali.
DOA:
Hanya Engkau yang dapat memilih dan percaya kepada kami, ya Tuhan. Bukan karena kami baik, melainkan karena kasih karunia-Mu. Amin.
