Ratna, seorang remaja, mulai menjauh dari Tuhan setelah melakukan kesalahan. Awalnya, ia hanya merasa bersalah. Namun, lama-kelamaan, perasaan itu berubah menjadi ketakutan. Ia takut dihukum, takut dianggap buruk, dan akhirnya memilih untuk menjauh—jarang berdoa, enggan mengikuti ibadah, bahkan menghindari pembicaraan tentang Tuhan. Ia merasa lebih aman bersembunyi daripada menghadapi kenyataan. Tanpa disadari, dosa bukan hanya menimbulkan rasa bersalah, tetapi juga mendorongnya semakin jauh dari Tuhan.
Kejadian 3:9 menggambarkan hal yang indah: Allah tidak meninggalkan manusia, melainkan justru mencari mereka. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, mereka bersembunyi. Dosa ternyata tidak hanya menimbulkan rasa malu, tetapi juga rasa takut untuk berjumpa dengan Allah. Namun, Allah datang pada waktu yang tenang, digambarkan sebagai “hari sejuk” dengan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak datang dengan amarah, melainkan dengan kelembutan. Ia memanggil, “Di manakah engkau?” Pertanyaan itu bukan karena Ia tidak tahu, melainkan agar manusia menyadari keadaannya. Allah tidak ingin manusia semakin tersesat. Meskipun demikian, Ia tetap tegas terhadap dosa dan mengajukan pertanyaan untuk menyingkapkan kebenaran.
Teens, ketika menyadari telah melakukan kesalahan, janganlah menjauh atau bersembunyi dari Tuhan. Datanglah kepada-Nya. Allah adalah Pribadi yang mencari, bukan yang meninggalkan. Ia rindu kita kembali, mengakui kesalahan, serta menerima pengampunan-Nya. Jangan biarkan rasa takut membuat kita semakin tersesat. Sebaliknya, milikilah keberanian untuk mendekat kepada Tuhan, karena di dalam Dia selalu ada kasih, pengampunan, dan kesempatan baru.
