Petinju legendaris Mike Tyson menjadi juara tinju kelas berat pada usia 20 tahun. Ia memiliki lingkar leher yang besar sehingga membuatnya tampak sangat kuat terhadap pukulan. Si “leher beton” tersebut dikenal sebagai raja KO yang ditakuti lawan-lawannya pada masa kejayaannya. Sebutan raja KO mengacu pada kemampuannya mengalahkan para lawannya dengan kemenangan knockout (KO) atau technical knockout (TKO). Namun, si raja KO tersebut berhasil dikalahkan oleh petinju James “Buster” Douglas pada Februari 1990.
Mazmur 97 dibuka dengan pernyataan bahwa TUHAN adalah Raja. Sang Raja yang sejati itu menyatakan diri-Nya melalui awan, api, dan kilat. Awan menandakan kemuliaan-Nya, api sebagai simbol kekudusan-Nya, serta kilat menandakan kehadiran dan kekuatan-Nya. Oleh karena itu, karena TUHAN adalah Raja, tindakan yang tepat untuk dilakukan oleh semua orang ialah beribadah kepada-Nya, bukan kepada patung. Ibadah kepada TUHAN perlu ditindaklanjuti dalam kehidupan sehari-hari dengan mengasihi Sang Raja yang sejati. Salah satu wujud nyata kasih kepada TUHAN ialah membenci kejahatan.
Sahabat Senior, Allah adalah Sang Raja yang sejati. Marilah kita merendahkan diri, karena hanya Dia yang layak untuk disembah dan dipuji. Segala prestasi yang kita raih merupakan karunia Sang Ilahi. Apa pun yang terjadi, muliakanlah Allah yang tiada tertandingi.
DOA:
Ya Allah Sang Raja yang sejati, tolonglah kami untuk senantiasa taat dan menyembah-Mu karena Engkau selalu menyertai dan memberkati kami. Amin.
