“Air susu dibalas air tuba” adalah ungkapan yang artinya kebaikan dibalas dengan kejahatan. Namun, ada pula kejahatan yang dibalas dengan kebaikan. Meskipun jarang terjadi, hal itu tetap mungkin dilakukan.
Setelah ayah mereka meninggal, kakak-kakak Yusuf merasa gelisah dan khawatir jika Yusuf, adik mereka, akan membalas dendam atas kejahatan yang pernah mereka lakukan. Yusuf yang memahami kekhawatiran itu kemudian menenangkan mereka. Ia berjanji akan tetap memelihara hidup saudara-saudaranya, bahkan anak-anak mereka. Yusuf tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya, ia memilih melakukan kebaikan bagi mereka dan keluarganya. Sikap ini sungguh sangat terpuji dan menjadi cerminan iman serta kasih yang sejati dalam diri Yusuf.
Sahabat Senior, bisa jadi kita pernah mengalami perlakuan yang kurang baik dari saudara, anak, keponakan, atau teman. Dalam situasi seperti itu, marilah kita meneladani Yusuf yang tetap memberkati orang-orang yang pernah berbuat jahat kepadanya. Kita dapat melakukannya melalui ucapan yang baik, sikap yang terpuji, serta perbuatan yang positif dan membangun. Di mana ada kasih, di situ Tuhan hadir. Mari tunjukkan kasih Tuhan bagi siapa saja, termasuk bagi mereka yang pernah mengecewakan dan menyakiti kita. Mari membalas kejahatan dengan kebaikan.
DOA:
Tuhan, tolong kami agar mampu membalas kejahatan dengan kebaikan. Amin.
